Review: Apakah jam Tudor adalah KW dari Rolex?

by Kevin Wijaya| 17 Oktober 2025| 3 min read|
Review: Apakah jam Tudor adalah KW dari Rolex?

Banyak orang yang mengatakan bahwa Tudor adalah “cheap knock-off” dari Rolex. Hal ini terjadi karena Tudor sendiri memiliki harga yang lebih terjangkau dengan model-model yang memiliki kemiripan dengan Rolex. Tidak hanya itu, kedua brand ini dikelola oleh perusahaan yang sama. Ini juga menjadi salah satu dampak untuk Tudor, menjadikannya selalu dibanding-bandingkan dengan sister brand-nya. 

 

Beberapa contoh jam yang mirip tudor dan rolex:

 

Artikel ini akan menjelaskan pendapat kami terhadap hal tersebut. Untuk memperluas perspektif dan pengetahuan terhadap tingkatan jam-jam tersebut, mari kita harus mulai dari sejarah Tudor.

Sejarah Tudor

Di tahun 1926, Veuve de Phillippe Huther, mewakili Hans Wilsdrof (penemu Rolex) dan meregistrasikan hak cipta (merek dagang) dari Tudor. Wilsdrof kemudian mengambil ahli pada tahun 1936 dan membuat perusahaan dengan nama “Monstres Tudor SA” di tahun 1946. Ia membuat visi bahwa; Tudor bisa memberikan harga jam yang lebih terjangkau dan masih menjaga kualitas seperti Rolex. Hal tersebut dilakukan dengan cara, menggunakan movement third-party (bukan in-house) dan dipasangkan dengan casing dan rantai Rolex. Hal ini dilakukan supaya mendapatkan kualitas rolex dengan harga yang disesuaikan oleh Tudor. 

 

Pada tahun 1980-an sampai 2000an, brand ini sempat mengalami penurunan dan kerusakan reputasi. Ada beberapa alasan mengapa ini terjadi seperti; Memadukan casing Rolex dengan menggunakan movement-nya ETA, dan banyak desainnya yang sama persis seperti Rolex. Di tahun 2000-an, Tudor mulai luput dari market jam tangan. Namun pada tahun 2010, mereka akhirnya melakukan rebranding dengan slogan seperti “Independent” dan “Daring.” Tidak hanya itu, dia juga menggunakan Mantra seperti: “Be Bold, Be Distinct” dan “Born to Dare” yang masih dipakai hingga sekarang. Secara tidak langsung, ini mengartikan bahwa brand ini mau mendisosiasikan diri-nya dari Rolex.

 

Model-model Tudor vintage

 

Oyster collection in mid 40s

1952, first self winding model, the Prince (uses Rolex self-winding mechanism) namanya berkesan vvv

(logo) While Rolex is the King, Tudor is its Prince.

 

Tahun 2012 dan 2013, Penjualan Tudor mulai menaik pesat dengan kisaran harga seperti Cartier dan Breitling. Mereka juga menggunakan Brand Ambassador seperti, Lady Gaga, David Beckham dan Jay Chou. Lebihnya lagi, mereka melakukan partnership dengan acara-acara internasional seperti, Rugby World cup 2023 sebagai official time keeper dan Alinghi Red Bull Racing yang biasanya bekerja sama dengan merek Audemars Piguet. 

 

Model-model Tudor sekarang

 

Black Bay

Pelagos

Ranger

Prince

 

Menurut Kami

Setelah melihat sejarah diatas, Tudor adalah brand dengan identitas sendiri. Banyak brand selain Tudor yang memiliki desain mirip dengan Rolex, karena pada dasarnya semua tipe jam seperti Diving, GMT, dan lain-lain, akan memiliki fondasi desain yang sama. Sekarang Tudor juga sudah memiliki in-house movement tersendiri.

Tudor juga mencerminkan “youth culture”, bisa dilihat dari slogan dan mantranya. Hal ini juga didukung oleh desain dan materialnya yang lebih inovatif dibandingkan Rolex yang lebih kaku. Contohnya pada jam Tudor…. . Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa kedua brand tersebut adalah berbeda dan tak bisa disamakan, keduanya memiliki kualitas yang bagus dengan identitas yang berbeda. Poin plus lainnya meliputi garansi Tudor yang dikerjakan di Rolex.

Featured Watches

Leave a Comment

Be the first to comment

Read Next

logo

Lt. 2 Plaza Blok M No. 226, RT.6/RW.6,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12130

Contact Us

© 2025, Timeology

0 Likes